Drama Kolosal Indonesia Yang Menjadi Tontonan Favorit Di Era 90’an

Banyak yang mengatakan era 90’an adalah jaman paling enak bila dibandingkan dengan jaman sekarang. Walaupun jaman sekarang ini banyak teknologi canggih yang bermunculan. Namun, tetap saja era 90’an adalah jaman yang sulit untuk di lupakan, pasti bloggers yang lahir di jaman 90’an setuju dengan saya kan? Pada saat era 90’an banyak sekali permainan tradisonal bermunculan, film animasi terbit dari negeri sakura dan film-film kolosal asal Indonesia yang menjadi tontonan masyarakat Indonesia. Film kolosal tidak hanya di tonton oleh orang tua saja, tetapi banyak juga anak-anak yang menyukai film tersebut. Banyak nya yang menyukai film tersebut, hingga saat ini tak sedikit orang yang bisa melupakan film tersebut. Untuk itu disini saya akan memberikan beberapa daftar dari film kolosal Indonesia yang populer dan mejadi favorit di era 90’an. Berikut ini daftar nya guys, yuk di baca.

1. Wiro Sableng

Namanya Wiro Sasana adalah anak dari ibu bernama Suci dan ayahnya bernama Raden, karena ada sesuatu hal ia dibesarkan oleh seorang guru bernama Sinto Gendeng, alias eyang Sinto Geni atau Sinto-sinto Gila. Wiro Sableng merupakan salah satu sinetron paling nge-hits para era 90-an. Pendekar kapak 212 ini diperankan oleh Ken Ken. Diangkat dari novel karya Bastian Tito, Wiro Sableng mengisahkan tentang Wira Saksana yang sejak bayi sudah ‘lengket’ dengan dunia persilatan Sinto Gendeng. Selain kapak, Wiro juga punya rajah 212 di dadanya. Kesaktian diperoleh Wiro berkat petualangan silatnya selama bertahun-tahun.

2. Si Buta dari Gua Hantu

Sosok si buta mulanya hanya ada di komik karya Ganes TH. Cerita komik ini beredar di tahun 1960-an, pasti bloggers pada belum pada lahir kan? Banyaknya peminat, membuat komik ini kembali dicetak ulang pada tahun 2005. Komik ini jadi pelopor komik yang menceritakan silat nusantara. Kesuksesan komik ini membuat segelintir orang berpikir untuk mengadopsinya dalam film layar lebar bergenre laga pada tahun 1970. Bahkan sekitar tahun 1990-an Si Buta juga hadir di layar kaca. Bersama monyetnya yang setia si Buta berkelana membasmi kejahatan serta menolong orang-orang yang lemah dan tertindas di seluruh nusantara.

3. Tutur Tinular

Cerita laga karya S. Tidjab ini mulanya hanya sandiwara radio. Sandiwara ini menceritakan tentang perjalanan hidup dan pencarian jati diri seorang pendekar bernama Arya Kamandanu. Pertama kali sandiwara ini mengudara pada Januari tahun 1989. Sebanyak 512 stasiun radio di pelosok Indonesia menyiarkan sandiwara ini. Waww, fantastis ya bloggers?!.

Sempat tenggelam, sejumlah radio swasta kembali mengangkat sandiwara Tutur Tinular pada tahun 2002-an. Tutur Tinular memiliki 24 episode yang terbagi dalam 720 seri cerita. Sukses di radio, beberapa sineas memutuskan mengangkat cerita laga kolosal ini dalam sebuah layar lebar sekitar tahun 1997 di stasiun televisi swasta yang terkenal di Indonesia. Sukses di satu stasiun televisi, Tutur Tinular juga singgah di salah satu stasiun televisi swasta yang terkenal di Indonesia hingga beberapa episode.

4. Angling Dharma

Angling Dharma adalah seorang raja di Kerajaan Malwapati. Ia mencapai puncak tahta setelah memperistri adik Batik Madrim, Setyowati. Dan memperoleh ilmu kanuragan tingkat tinggi warisan gurunya, Nagaraja. Konon sosok Prabu Angling Dharma benar-benar terdapat dalam dunia nyata. Petilasannya ada di Bojonegoro Jawa Timur. Dulu serial Angling Dharma ditayangkan tiap hari di chanel Indosiar. Tokoh utamanya tentu saja Anto Wijaya. Dan penonton utamanya tentu saja kita.

5. Walisongo

Mungkin inilah serial kolosal (berkualitas) terakhir yang diproduksi PT. Genta Buana Pitaloka/Paramita. Berkisah mengenai sepak terjang walisongo dalam menyemaikan ajaran-ajaran Nabi Muhammad SAW, sinetron yang tayang pada bulan Ramadan ini dikemas secara apik dan epik. Beberapa tokoh fiktif seperti Arya Gading dan Bondan Kayuwangi disusupkan untuk membuat alur cerita berjalan lebih menarik.

6. Misteri Gunung Berapi

Sembara, salah satu tokoh di film Misteri Gunung Berapi ini cukup sukses dan sangat dirindukan para pecinta film kolosal di Indonesia. Layaknya film laga kebanyakan, Misteri Gunung Merapi mengisahkan perjalan para pengembara dalam melawan kejahatan salah satunya kejahatan nenek sihir Mak Lampir.

7. Jaka Tingkir

Jaka Tingkir merupakan pendiri sekaligus raja pertama dari Kerajaaan Panjang. Ia memerintah sekitar tahun 1549-1582 dengan nama Hadiwijaya. Sejak belia, Jaka atau Joko Tingkir sudah memiliki kesaktian. Beranjak remaja, ia kerap bertapa yang membuatnya semakin sakti. Ia terkenal dapat mengalahkan buaya dan membuat hewan reptil itu tunduk atas semua perintahnya.

Kehadiran film kolosal ini sangat dirindukan oleh para pencinta film karena ceritanya yang menggambarkan kearifan lokal masyarakat serta banyak terdapat pesan-pesan positif di dalamnya seperti tidak mudah menyerah dan senantiasa bekerja keras. Dari deretan film kolosal tersebut, manakah yang paling kamu rindukan bloggers?