Film Perang Dramatis Dengan Kisah Penyelamatan Epik

Film Dunkirk yang jadi incaran para penikmat film sukses merebut tahta Box Office. Entah karena nama Christopher Nolan, Harry Styles atau memang alur ceritanya yang epik. Cerita penyelamatan yang dikisahkan lewat tiga plot berbeda, yaitu darat, laut, dan udara, bikin Dunkirk kian semakin populer. Film yang mulai tayang Jumat lalu 21-07-2017 ini sukses ngeraup 55,4 juta dolar. Dunkirk memang diilhami dari kisah nyata. Namun, masih banyak film perang yang memang ngangkat kisah nyata. Sebelum Dunkirk, udah ada sederet film berlatar perang dari kisah nyata dengan sudut pandang penyelamatan epik. Nah, berikut ini gue bakal sebutin film perang dramatis yang enggak receh.

Schindler’s List (1993)

Perang Dunia II kayaknya laku dijadiin latar film perang, kayak film perang satu ini. Menariknya, Schindler’s List enggak menceritakan perang dari sudut pandang tentara. Biasanya, sosok pahlawan dalam film perang adalah tentara yang berhasil mengusir penjajah. Namun, sosok pahlawan dalam film garapan Steven Spielberg ini justru adalah seorang pengusaha kaya raya sekaligus pebisnis ulung bernama Oskar Schindler.

Film yang diperankan oleh Liam Neeson, kedekatan Oskar dengan para petinggi NAZI justru menyelamatkan orang-orang Yahudi dari pembantaian. Padahal, tadinya dia pengen manfaatin mereka sebagai tenaga kerja murah, bahkan gratis. Namun, hati nuraninya terketuk. Saat itu, Jerman berniat membasmi Yahudi dengan membakar mereka hidup-hidup. Berkat Oskar, ribuan orang Yahudi terselamatkan. Yahudi menganggap sosoknya adalah pahlawan.

“Barangsiapa menyelamatkan satu nyawa, dia menyelamatkan seluruh dunia.”

Film ini mendapatkan pujian dari para kritikus, dinominasikan buat 12 Academy Awards, dan memenangkan tujuh di antaranya, termasuk “Film Terbaik” dan “Sutradara Terbaik”, dua penghargaan yang memang diincar Spielberg. Enggak hanya itu, film ini juga mendapatkan Academy Award buat “Musik Orisinal”, yang ditulis dan dibawakan oleh John Williams. Film ini berhasil mendapat rating 8,9 di IMDb.

Saving Private Ryan (1998)

Nyatanya, enggak hanya Christopher Nolan yang sukses bikin film perang yang menegangkan. Spielberg lagi-lagi membuktikan kejeniusannya saat ngerilis Saving Private Ryan. Latar perang yang penuh darah berakhir dengan penyelamatan yang epik.

Film yang rilis pada 1998 ini dibintangi oleh Tom Hanks, Edward Burns, Jeremy Davies, dan Matt Damon muda. Film ini menampilkan petualangan Captain John H. Miller bersama timnya dalam mencari salah satu anggota pasukan terjun payung, Ryan, yang tengah berada di medan perang. Ryan harus segera kembali ke Amerika Serikat karena dia merupakan anak laki-laki terakhir yang masih hidup, sementara tiga kakaknya sudah tewas. John diminta mencari dan menarik mundur Ryan dari peperangan.

Menariknya, Hanks memerankan karakternya di Saving Private Ryan dengan brilian. Film ini mendapat rating 8,6 di situs IMDb. Bisa dibilang, Saving Private Ryan memang salah satu film perang yang laris di pasaran. Hingga saat ini, film tersebut udah ngumpulin pendapatan sebanyak 553 juta dolar atau sekitar Rp7,3 triliun.

Keberhasilan film ini enggak hanya secara komersial, tapi juga prestasi. Di ajang Academy Awards 1999, Saving Private Ryan berhasil ngeraih lima penghargaan, termasuk “Sutradara Terbaik”.

Lone Survivor (2013)

Film Lone Survivor diangkat berdasarkan kisah nyata yang terjadi pada 2005. Film perang satu ini ngambil sudut pandang yang setara antara tentara dan cerita perang. Film ini mengisahkan tim Navy Seal yang mendapat misi buruk, yaitu menangkap seorang ketua Taliban. Namun, saat ngejalanin misi tersebut, dari keempat tentara yang bertugas, hanya tersisa satu yang selamat. Dialah Marcus.

Keberuntungan menyelamatkan Marcus. Setelah serangkaian kondisi perang epik yang dihadapi Marcus, tentara Amerika datang menjemputnya. Kalau udah nonton film ini, pasti lo setuju bahwa film ini nawarin banyak banget aksi yang bikin lo bergidik ngeri.

“Bagaimanapun gelapnya dunia atau enggak peduli seberapa jauh lo jatuh, lo enggak akan pernah keluar dri pertarungan.”

Sejumlah aktor papan atas ikut membintanginya, termasuk Mark Wahlberg, Eric Bana, dan Ben Foster. Film yang ngebela Amerika ini mendapat bintang 7,5 di IMDb. Film perang yang berdarah-darah ini juga sukses dan berhasil menduduki posisi jawara Box Office ngalahin para pesaingnya, Frozen dan the Wolf of Wall Street, pada 2014 dan ngeraup pendapatan mencapai 38,5 juta dolar atau sekitar Rp468 miliar.

Fury (2014)

Kebencian, kesetiakawanan, dan kisah cinta yang menyentuh. Itulah yang disajiin dalam Fury. Film yang berdurasi 135 menit ini sukses digarap oleh David Ayer. Brad Pitt, Shia LaBeouf, Logan Lerman, Michael Pena, dan John Bernthal yang membintangi film ini dinilai mampu menghidupkan karakter-karakter mereka.

Sebenarnya, kisah film ini sederhana. Lima serdadu dari pihak Amerika dan Sekutu mendapat tugas menembus pusat pertahanan lawan dalam Perang Dunia II. Nah, Fury merupakan nama tank andalan mereka dalam menghadapi pasukan Jerman. Tank itu pula yang melindungi mereka menghadapi 300 infanteri. Pasukan pimpinan Don Collier ini penuh drama. Ada yang religius dan pembaca fanatik Alkitab hingga juru ketik yang enggak ngerti perang. Klimaksnya, saat lima tentara Amerika itu harus menghadapi ratusan pasukan Jerman, hanya si juru ketik yang selamat.

Fury enggak hanya memenuhi keinginan para penonton buat nyaksiin perang yang seru dan keras, tapi juga menyentuh sisi drama. Dialog yang menyentuh juga dihadirkan di antara deru dan dentum perang. Sinematografinya juga berhasil menyajikan adegan perang yang dahsyat bagai film yang mengangkat kisah nyata. Enggak mengherankan kalau Fury jadi berbeda dibanding film-film perang pada umumnya. Film yang dapat penghasilan 23,5 juta dolar ini pun mendapat rating 7,6 di IMDb.

Ketika nonton film perang, bukan cuma adegan tembak-tembakan yang bakal kita lihat. Lo juga bisa belajar banyak hal, kayak sejarah, masalah sosial, psikologi, dan nilai-nilai kemanusiaan. Nah, di antara film-film yang udah gue sebutin, ada yang udah lo tonton? Mana yang paling memukau lo?